Writers live twice - Natalie Goldberg

5/01/2026 11:27:00 AM

Liburan ke Malaysia [Hari Keempat] - Kembali ke Kuala Lumpur

by , in

 Kamis, 26 Maret 2026

Kami sebenarnya berniat mau sarapan roti yang sudah kami beli di AEON mal pada hari sebelumnya tapi entah kenapa pagi itu lapar sekali, Akhirnya kami memutuskan untuk mencari sarapan nasi. Setelah selesai berkemas, kami ke luar hotel untuk mencari restoran. Kami tidak sengaja berhenti di sebuah restoran di area hotel kami. Kami makan di restoran Papayun Kitchen, kami makan nasi goreng, dan semacam mee kuahKami membayar sekitar 40 RM untuk sarapan kami. 

Selesai sarapan, kami kembali ke hotel untuk check out dan segera menuju Melaka Sentral untuk naik bus kembali ke Kuala Lumpur. 

Kali ini, kami naik armada bus KKKL Sdn. Busnya nyaman, tapi tidak direkomendasikan jika membawa anak kecil yang butuh space untuk tidur karena ada hand rest yang cukup mengganggu.

 

Kami tiba di di TBS kira-kira pukul 14.00. Kami berbelanja dulu di sebuah swalayan di area terminal sebelum ke hotel. Kami membeli onorigi dan camilan karena kami rasa tidak akan sempat makan di luar untuk makan siang. Kami memutuskan untuk makan makanan kecil saja di hotel. Di swalayan itu, saya menemukan susu segar UHT untuk Agi karena selama ini Agi hanya minum susu kotak biasa. Kemudian, kami mencari taksi untuk menuju hotel kami. Nah, kami lupa berapa yang harus kami bayar untuk menuju hotel Leo Palace karena tante V3 menggunakan aplikasi lain (bukan Grab). Hotel kami berada di kawasan Chowkit. 

Setelah check-in hotel (tidak ada pajak turis) kami pergi keluar untuk mencari tempat laundry karena kami sudah kehabisan pakaian. Kami berjalan kaki di bawah hujan mengikuti peta di Google Map. Kami sempat melihat menara Petronas dalam perjalanan. Akhirnya, kami menemukan tempat laundry itu. Kami berada di sana sekitar 1 jam untuk mencuci baju sambil menunggu hujan reda. Setelah selesai, kami pergi mencari makan malam. Kami naik taksi untuk pergi ke Sunway Putra Mall dan makan malam di sana, tentu saja kami naik Grabcar lagi. Kami makan malam di sebuah restoran di dalam mal, kami makan laksa dan mi goreng ala Malaysia. Kami menghabiskan 40 MYR di sana. 

Pulangnya, kami jalan kaki saja menuju hotel. Ternyata lokasinya tidak jauh.

Kami bebersih lalu istirahat.

 

Agi masih menjadi anak baik, bahagia, kooperatif. Thank you, Agi. 

 

Dokumentasi video perjalanan ada di sini. 

 

 

5/01/2026 10:19:00 AM

Liburan ke Malaysia [Hari Ketiga] - Menyusuri Melaka

by , in

 Rabu, 25 Maret 2026

Saya mengawali hari dengan sakit tenggorokan. Dan Agi, entah kenapa mimisan. Aduh. Kami tidak bisa mengoperasikan remot ACnya sehingga kami tidur dengan suhu terlalu dingin. Untungnya Agi baik-baik saja. Dia tahan dingin walaupun ya itu tadi, tiba-tiba mimisan.

Pukul 9 pagi, kami keluar hotel untuk mencari makan pagi. Kami pergi ke resto Baba Kaya, sesuai rekomendasi Google. Lokasinya tidak jauh dari hotel, 10 menit jalan kaki kira-kira. Kami makan nasi lemak, roti kaya, masala tea, dan kopi khas Melaka. Enak dan kenyang. Kami menghabiskan 40 MYR untuk bertiga. 

Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan. Tante V3 harus membeli oleh-oleh di pasar, sedangkan Agi ingin naik perahu keliling sungai Melaka. Saya dan Agi pun berjalan ke konter tiket tapi batal naik perahu karena tiketnya terlalu mahal. Untuk turis internasional harga tiketnya 50 MYR, untuk anak-anak 45 MYR. Agi sempat menangis dan kecewa. Untungnya tidak lama. Dia melihat satu kapal besar yang kemudian saya tahu itu adalah Museum Samudera dan minta masuk ke sana. Ya sudah tidak apa-apa. Tiket untuk turis internasional dewasa 20 MYR dan untuk anak-anak gratis. Saya bayar dengan QRIS dan berhasil!

 

Kami masuk ke museum kapal itu, Agi langsung mencari di mana kemudinya. Kami tidak menemukannya. Museum memang tidak cocok untuk balita. Kami hanya berada di sana sekitar 15 menit lalu keluar. 

Di seberang museum, ada pasar oleh-oleh. Saya masuk sebentar walaupun tidak membeli apapun.

Di sana, kami bertemu tante V3 lagi. Karena cuaca panas, kami memutuskan untuk pergi ke mal. Jauh-jauh ke Melaka, ujung-ujungnya ke mal juga. 

Kami naik taksi online. Ada Mal AEON di sana. Kami makan es krim, membeli obat sakit tenggorokan dan tolak angin di Watson, dan juga membeli roti di sana. 

Sesudah itu, kami pulang ke hotel. Kami tidur siang karena badan kami sedang tidak dalam kondisi sehat.

Untungnya, Agi juga mau tidur siang.

 

Kami bangun sore harinya lalu pergi makan malam lebih awal. Ya, kami lapar karena kami hanya makan roti untuk makan siang. Kami pergi ke 7 Green Cafe karena kami merasa butuh sayur. Kami belum makan sayur selama berada di Malaysia. 

Kami makan salad dan nasi goreng. Lagi-lagi, kami pesan 2 jenis makanan untuk bertiga. Kafenya lucu, seladanya langsung dipetik dari pot hidroponik yang ada di dalam kafenya sendiri. Porsinya banyaaaaak sekali. 

Setelah makan selesai, sebenarnya kami mau pergi ke Strait Mosque. Tetapi, setelah kami cek di Google Map, masjidnya tutup. Ya sudahlah, daripada nekat ke sana dan tidak bisa masuk, kami pun memutuskan pulang ke hotel. Kami melewati Jonker Street lagi. Melihat kesibukan turis-turis lain yang berbelanja, berfoto-foto, atau sekadar melihat-lihat. 

Hari kedua di Melaka menyengkan. Agi tidak rewel. Dia sehat, ibunya sakit >.< Alhamdulillah.


Video dokumentasi hari ketiga ada di sini.

 

 

 

5/01/2026 10:15:00 AM

Liburan ke Malaysia [Hari Kedua] - Dari Kuala Lumpur ke Melaka

by , in

 Selasa, 24 Maret 2026

 

Di KL, kami baru bisa salat subuh sekitar jam 6. Ya, benar. Jam 6 masih gelap di sana. Jadi, kami terbawa santai. Jam 8 pagi, setelah selesai mandi dan siap-siap kami jalan-jalan keliling hotel walaupun selanjutnya kami memutuskan untuk sarapan di resto tepat samping hotel saja. Kami makan nasi lemak dan roti canai. Saya minum jeruk madu, dan tante V3 minum teh tarik. Porsinya besar jadi kami bertiga berbagi makanan. Kami menghabiskan 23 MYR atau sekitar Rp90.000 untuk sarapan. 

 

Setelah itu, kami bersiap untuk check-out. Sekitar jam 10, kami menuju Terminal Bersepadu Selatan (TBS) untuk menuju Melaka. Tiket sudah kami pesan sebelumnya melalui aplikasi easybook.com. Harga satu tiketnya sekitar Rp60.000 dengan armada bus Mayangsari.

 

Terminalnya bersih. Papan petunjuknya jelas. Kami harus naik ke lantai 3 untuk naik busnya. Kami melakukan check-in mandiri dengan memindai kode QR di e-ticket kami. Selanjutnya, menunggu bus datang. Busnya tepat waktu. Sayangnya, penumpang tidak duduk sesuai nomor tiket. Kami cukup kesal. Oh ya… Agi sangat kooperatif! Kami meninggalkan TBS pukul 11.30 untuk menuju Melaka Sentral, terminal pemberhentian bus. Sepanjang jalan Agi tidur. Perjalanan memakan waktu sekitar 2,5 jam.

 

Setibanya kami di terminal Melaka Sentral, kami memesan taksi daring ke hotel Tun Fatimah Riverside Hotel. Hotelnya terletak di tepi sungai Melaka dan dari jendela kamar kami bisa melihat sungai Melaka langsung. Tepuk tangan untuk Tante V3 yang memilihkan hotel ini 😆💕

 

Waktu check-in di hotel itu mulai jam 3. Kami tiba kira-kira pukul 14.00. Jadi, kami menitipkan koper lalu mencari rumah makan di sekitar hotel. Kami makan di sebuah foodcourt di pinggir sungai. Ada beberapa menu. Kami makan shawarma dan tacos. Tentu saja, kami sharing foods lagi karena makanan di Malaysia porsinya besar. Bahkan kami harus membungkus sisa makanannya. Kami menghabiskan sekitar 40 MYR untuk makan kali ini. 

Setelah selesai makan, kami menuju hotel, check-in (tentu saja membayar pajak turis 10 MYR dan deposit 50 MYR), dan beristirahat.

Sorenya, sekitar jam 17.00 kami keluar lagi untuk jalan-jalan sore menyusuri sungai Melaka.

 

Kami berjumpa dengan sesama turis di sepanjang sungai. Ada banyak resto dan cafe di sepanjang sungai itu. Tak terasa kami tiba di lapangan merah, objek wisatanya. Kami menikmati sore itu di sana, berfoto, makan rujak, dan menikmati keriuhan tempat itu. Kami tidak masuk ke museum karena dulu saya sudah pernah dan sepertinya lebih baik tidak membawa anak kecil karena mungkin dia juga tidak tertarik. Agi merengek minta ikut boat tour. Saya hanya bilang “Besok, ya…”

 

Mendekati azan maghrib, sekitar pukul 7, kami mencari masjid, kami mengikuti Google Map, melewati Jonker Street, hingga kami bisa numpang salat di masjid itu. Setelah magrib, kami mencari swalayan untuk membeli air minum dan kami memutuskan untuk membeli mi dalam gelas dan sandwich untuk Agi karena kami terlalu lelah untuk makan di luar. Dan juga karena kami masih punya sisa makan siang tadi.

Kami pun kembali ke hotel sekitar jam 8.30. Kami mandi, makan, lalu tidur.


Video dokumentasi hari kedua ada di sini.

 

 

5/01/2026 10:06:00 AM

Liburan ke Malaysia [Hari Pertama] - Perjalanan dari Yogyakarta ke Kuala Lumpur

by , in

Hello (again)!

    Ide untuk liburan ke Malaysia ini sesungguhnya adalah ide dadakan dan tanpa pertimbangan. Awal Februari, tiket pesawat dipesan. Saya berangkat dengan anak saya, si Agi, dan teman saya, sebut saja tante V3. 

Dia yang memesan tiket pesawat dan hotel. Saya yang menyusun rencana perjalanan. Untungnya, dia tidak keberatan dengan slow traveling dengan balita ini. Padahal balitanya juga baru sekali ini pergi jauh ke luar negeri.

Kenapa tanpa bapaknya Agi? Bapaknya tidak mau ikut. Hihi… 

 

Senin, 23 Maret 2026

Tepat pada hari ketiga lebaran idulfitri, kami berangkat. Kami berangkat dari rumah saya ke YIA (Yogyakarta International Airport) sekitar pukul 7.30 pagi naik Grabcar. Sebenarnya bisa saja naik kereta bandara dari stasiun Tugu. Akan tetapi, jadwal kereta dengan harga 20.000 terlalu pagi sedangkan untuk jadwal yang cocok harganya 70.000. Setelah dipikir-pikir, lebih praktis dan efisien naik taksi saja. 

 

Pukul 8.30 kami sudah tiba di bandara. Kami cukup lama menunggu di ruang tunggu karena pesawat kami terbang pada pukul 11.45. Bawaan kami tidak banyak. Jadi, jatah 7kg/orang aman saja. Hanya, 6 susu kotak yang saya bawa harus dibuang ketika proses pemeriksaan bagasi. Huu… sedih. Tapi masih bersyukur karena petugas memperbolehkan membawa 1 kotak susu Ultra Mimi untuk Agi. Proses pemeriksaan dengan petugas imigrasi juga berjalan lancar. Petugas hanya menanyakan tujuan ke Malaysia, di mana kami akan tinggal, berapa hari, dan apakah sudah ada tiket pulang. Aman. Walaupun pergi berkelompok, pastikan semua anggota tahu tentang hal ini, ya.

 

Oh ya, awalnya saya ragu untuk membawa stroller. Tetapi untungnya ini tidak menjadi masalah. Stroller boleh dibawa masuk sampai depan pintu pesawat. Proses boarding berjalan lancar dan pesawat terbang tepat waktu. Agi senang sekali akhirnya dia bisa naik pesawat sungguhan. Walaupun pada akhirnya, dia tidur selama perjalanan.

 

    Kami tiba di KLIA2 dengan selamat. Sebelumnya, kami sudah  mengisi formulir Malaysia Digital Arrival Card (MDAC) Formulirnya bisa diisi 3 hari sebelum kedatangan. Proses imigrasi memakan waktu satu setengah jam. Si Agi sudah agak rungsing karena bosan. Setelah selesai proses imigrasi, kami langsung makan di Resto Memang Meaw di KLIA2. Ada drama salah pesan menu yang ternyata Agi tidak bisa makan karena terlalu pedas untuk dia. Dia pun makan onigiri Indomaret yang dibeli di bandara tadi.

Catatan: lebih baik pesan makanan di pesawat aja deh karena harga makanan di resto bandara mahal sekali >.< Opsi yang lebih murah ya membawa bekal sendiri.Setelah itu, kami pesan taksi Grab untuk menuju De Elements Business Hotel di mana kami menginap semalam. Dari KLIA2 ke hotel memakan waktu sekitar 1 jam dengan membayar 86.19 MYR. Sengaja kami memilih hotel dekat Terminal Bersepadu Selatan (TBS) karena esok harinya kami akan pergi ke Melaka. 

 

    Saya baru sadar, ternyata KL dan Jakarta punya beda waktu 1 jam. Jam 19.00 ketika kami masih di taksi, masih ada matahari. Kami diantar oleh sopir taksi perempuan yang ramah sekali dan dugaan saya, dia menjadi sopir karena gabut saja. Saya bisa melihat barang-barang dia di mobilnya bermerk semua dan juga dia memberikan Agi amplop lebaran. Alhamdulillah.

Kami tiba di hotel, check-in, kemudian bebersih. Ada pajak turis 8 MYR dan deposit 50 MYR ketika masuk hotel.

 

Hotelnya murah, cukup bersih, dan di sekitarnya ada banyak toko dan resto. Pada malam harinya, kami membeli burger di resto depan hotel dan air minum di warung. Lalu, kami pun tidur.

Agi was a nice boy, he didn’t complain about the long trip and everything. He was happy!

 

 

Video dokumentasi perjalanan hari pertama di sini.




My Instagram