Writers live twice - Natalie Goldberg

Showing posts with label traveling. Show all posts
Showing posts with label traveling. Show all posts
5/08/2026 03:35:00 PM

Liburan ke Malaysia [Hari Kelima] - KLCC dan Aquaria

by , in

 

        Menurut rekomendasi sopir taksi yang mengantar kami, nasi kandar Saddam harus dicoba. Kami mencari lokasinya di Google Map dan berjalan kaki menuju tempat itu. Jalanan di KL sibuk, untungnya ada jalur pelajan kaki yang ramah stroller. Sekitar 30 menit kami tiba di lokasi. Jauhnya… Kami memesan nasi kandar, roti canai, dan teh tarik. Lagi lagi, porsinya besar sekali. Duh, nasi kandarnya serius enak. Rekomendasi yang top. Kali ini, saya lupa berapa bayar untuk sarapan ini dan hanya sekitar 38 MYR. Kami pun melanjutkan perjalanan ke KLCC, kali ini naik Grab lagi, 8 MYR saja.


        Kami tiba di KLCC, mencari spot foto untuk berfoto dengan Petronas Twin Tower. Sepertinya, semua turis akan berfoto di sini. Kami pun berkeliling untuk mencari playground yang sering disebut warganet yang berlibur di KLCC. Saya ingin sekali melihat Agi bermain di playground  itu. Namun  setelah berputar-putar, kami menemukan playground tutup karena sedang dalam renovasi. Agi tentu saja kecewa. Saya pun kecewa. 


        Kami akhirnya memutuskan untuk masuk Aquaria KLCC. Tiketnya sudah dibeli sebelumnya lewat Traveloka. 1 tiket dewasa seharga 250.990 dan untuk anak-anak lebih murah sedikit. Tiket weekdays lebih murah daripada tiket weekend. Kami pun masuk, melihat berbagai jenis ikan, fish feeding attraction. Setiap pengunjung difoto oleh stafnya tapi jika mau minta cetakan fotonya, bayar. dan mahal. Kami tidak membeli foto itu karena sudah ada banyak foto di memori ponsel ;(

Ini pengalaman pertama Agi melihat ikan sebanyak itu di Aquarium sebesar itu. Hope this will be your core memory ya nak, yaaa…


        Selesai dengan Aquaria, kami pergi ke Bukit Bintang, tentu saja untuk melihat pusat perbelanjaan terbesar di KL. Kami berjalan kaki karena di Google Map, lokasinya terlihat dekat. Padahal, di luar panas sekali. Agi tertidur di stroller sepanjang perjalanan. Setiba di mal, kami mencari minum sambil menunggu Agi bangun. 

        

        Karena Agi sempat kecewa karena dia tidak bisa bermain di playground KLCC, saya pun mengajak Agi untuk mencari indoor playground di dalam mal. Untungnya gratis.

Seingat saya, kami tidak makan siang di mal. Kami hanya membeli beef mooncake yang viral itu. Harganya 10 MYR. Kami juga makan roti canai yang kami bawa dari Nasi Kandar Saddam.

Kami berkeliling mal sampai capek sekali, 17.000 langkah! Tapi kami harus membeli oleh-oleh untuk dibawa pulang. Kami memesan taksi ke supermarket My Din, sesuai rekomendasi teman saya. Lalu, kami pun menuju ke sana dan berbelanja teh tarik, kopi, dan coklat. Saya tidak bisa bilang apakah toko itu termurah atau bukan. Tetapi di sana segala macam jajanan Malaysia ada, kecuali coklat Beryls. Kami sudah membeli Beryls ketika di mal tadi. 


        Kami benar-benar lelah plus membawa belanjaan yang cukup berat. Akhirnya kami pulang ke hotel walaupun sebenarnya lapar sekali. Di hotel, kami beristirahat sambil memesan makanan lewat Grabfood karena sudah tidak ada tenaga untuk makan ke luar. 

Kali ini kami makan menu Indonesia, dari warung Indonesia. Tante V3 makan mi ayam, Agi dan ibu makan nasi soto. Dan… ternyata setelah makanan tiba, kami sadar bahwa kami tidak punya sendok. Tante V3 makan mi ayam dengan tangannya, sedangkan saya dan Agi terpaksa makan soto kering karena tidak bisa makan kuahnya. Anehnya Agi makan banyaaak sekali. Mungkin karena lapar, atau karena soring (soto kering) enak?


Lihat video kami di sini.




8/16/2018 10:35:00 PM

Kemah di Kampung Pitu, Gunung Kidul

by , in
Saya tuh sebenarnya nggak terlalu suka gunung dan kemah (aku anak pantaaaaiii dan mall hahaha). Tapi karena temen-temen ngajakin ya ayoklah.
Berawal dari broadcast group yang menawarkan open trip ke Kampung Pitu, jadilah kami kesini. Beruntunglah kami karena Mas Yuli dan Mas Weswi sanggup ngemong cewek-cewek yang rapuh ini.
Yang unik dari Kampung Pitu ini adalah hanya 7 kepala keluarga yang tinggal di tempat itu. Sudah turun temurun. Sekalipun ada anggota yang ingin memisahkan diri dari kartu keluarga tidak akan bisa. Jadi sampai saat ini memang hanya ada 7 keluarga di kampung tersebut.







Ini orang yang paling berjasa
Saya nggak bisa cerita banyak karena emang udah lama jadi saya lupa. Nah, ini pentingnya menulis, untuk mengabadikan hal-hal yang tak awet direkam ingatan.

Well, what I can say is although it's not my cup of tea, that would be something worth it to my life. 
5/14/2018 10:27:00 PM

Piknik ke Kebun Bunga Matahari di Pantai Glagah

by , in
Yang seperti kita semua tahu, beberapa tahun belakangan ini banyak sekali lokasi kebun bunga di Jogja yang menjadi tempat foto yang instagramable. Mulai dari kebun bunga amarilis sampai bunga matahari yang hampir ada di semua pesisir pantai. Kali ini piknik dadakan tanpa rencana. Awalnya iseng aja whatsapp-an sama Netti ngomongin kebun bunga, yang tiba-tiba dia respon dengan "Mengko jam 12.30 mangkat". Waaa emang gila itu anak.
Singkatnya, kami berangkat. Di tengah perjalanan, kami sadar bahwa baterai kamera ketinggalan. Hiks. Mau nggak mau harus putar balik. Balik ambil baterai lalu mengulang perjalanan T.T
Lokasi kebun bunga ada setelah pintu TPR pantai Glagah. Di sana langsung kelihatan kebun bunga matahari di kanan jalan. Ternyata, kebunnya sudah dikavling sama pemiliknya. Nah, sebelum masuk ada baiknya lihat-lihat dulu mau masuk kebun yang mana. Cukup bayar Rp 5.000 per orang untuk masuk. Dengan 5 ribu, kita bisa sepuasnya foto di sana. Tapi jangan merusak ya :)
Saya sempat beli bibit bunga matahari, satu bungkus Rp 5.000. Kata ibu yang jual sih bisa jadi 40-50 pohon. Kalau ada yang mau beli juga, jangan malu untuk bertanya tips dan trik menanam bunganya. Belum saya tanam sih, besok lain kali saya tuliskan deh.




 


Nah, terang banget kan fotonya? Iyalah. Soalnya pas siang bolong kesananya.
Bonus nih, foto-foto di Pelabuhan Tanjung Adikarto, pelabuhan nelayan milik Kulon Progo tercinta. Seharusnya sih, bayar Rp 5.000 untuk tiket masuk. Tapi kami nggak bayar karena nggak ada penjaganya.




Nah, sambil menyelam minum air kan? Siangnya lihat bunga matahari, sorenya bisa sekalian lihat matahari tenggelam. 

Kebun bunga matahari: kawasan objek wisata pantai Glagah. Pelabuhan Tanjung Adikarto sebelah baratnya doang. 


2/11/2018 01:30:00 PM

Danau Tiga Warna Kelimutu #FLORESTRIP

by , in
Salah satu dari ketiga danau




Masih ingat sama selembar uang lima ribuan zaman dulu yang ada gambar Danau Tiga Warna Kelimutu? Beruntungnya saya karena pernah ada di sana 😀 Rugi dong udah di Flores tapi nggak datang ke Kelimutu. Pada akhir tahun 2011 lalu saya dan teman-teman sepenempatan berlibur ke sana. Danau Kelimutu terletak di Kabupaten Ende sedangkan starting point kami dari Kabupaten Ngada yang memakan sekitar 8 jam perjalanan dengan bus pariwisata. Kata temen saya sih, “Kita naik bus pariwisata kok.” Saya sudah bayangin bus AC yang nyaman. Ternyata… sebelas-dua belas sama bus Jogja-Wates. Ya ampun, untuk medan yang wow dan bakal naik bus yang seperti itu ya sudahlah, banyak-banyak berdoa dan minum antimo tentunya.
Untuk mencapai Kelimutu ini kami seperti melewati jalanan sakaratul maut (ahaha lebay ini mah). Lha gimana enggak, kiri tebing kanan jurang berkelok-kelok sopir ngebut dan kondisi bus yang saya aja nggak yakin. Tapi percayalah, sopir di sana sudah handal dengan jalanan yang seperti itu. Saya sempat ngamuk sama temen saya karena sepanjang perjalanan malah bercanda jorok sedangkan saya takut memikirkan kelangsungan hidup kami kalo di sepanjang jalan yang mengerikan ini terjadi apa-apa. Tapi, alhamdulillah pada senja yang cukup cerah itu itu kami tiba di Moni. Kami menghabiskan semalam di penginapan untuk trekking keesokan harinya. Danau Kelimutu paling bagus dikunjungi pagi-pagi sekali.
Kelimutu 1
Sama temen-temen
Subuh-subuh kami mandi lalu bersiap mendaki. Danau kok didaki? Iyalah, kan danaunya ada di puncak gunung. Karena banyak rumor mistis mengenai Kelimutu ini kami mengadakan doa bersama terlebih dulu. Yeah, it’s hiking time. Pas terang kami mencapai puncak. Ada tiga danau, tapi warnanya nggak kayak yang di gambar di uang 5000an. 2 danau ijo-kehitaman, dan yang satu biru. Memang kata orang sih bisa berganti-ganti warna.
Kelimutu 2Kalo dirasa mistis sih, saya percaya. Konon katanya ada seorang yang bunuh diri nyemplung ke danau dan mayatnya nggak pernah terapung dan ditemukan. Tim SAR pun nggak ada yang berani mencari di danau karena ada energi magnetis dari dinding danau yang membuat objek apapun tertarik dan nggak bisa mencapai permukaan danau. Nah, kamipun penasaran. Kami melempar batu ke danau, tapi anehnya batu itu tiba-tiba hilang. Kami nggak melihat bekas gelombang batu di permukaan danau, yah, mungkin memang ditarik sama dindingnya.
Karena udah mulai panas, kami akhirnya turun bukit dan sarapan di warung pop mie di kaki bukit, ngobrol hangat dengan mama tua yang berjualan kain adat dan makanan di sana.
Kami pun naik bus untuk melanjutkan perjalanan ke 17 Pulau Riung, di Kabupaten Ngada. Dalam perjalanan ke Riung, kami sempat mampir ke tempat pengasingan Bung Karno di Kabupaten Ende.

Nah, lain waktu akan saya coba mengingat-ingat lagi perjalanan yang sudah lama tapi sangat berkesan itu.

Sekian tulisan dari saya yang kangen banget sama tanah Flores dan atakeang-nya.

My Instagram