Writers live twice - Natalie Goldberg

Liburan ke Malaysia [Hari Kelima] - KLCC dan Aquaria

 

        Menurut rekomendasi sopir taksi yang mengantar kami, nasi kandar Saddam harus dicoba. Kami mencari lokasinya di Google Map dan berjalan kaki menuju tempat itu. Jalanan di KL sibuk, untungnya ada jalur pelajan kaki yang ramah stroller. Sekitar 30 menit kami tiba di lokasi. Jauhnya… Kami memesan nasi kandar, roti canai, dan teh tarik. Lagi lagi, porsinya besar sekali. Duh, nasi kandarnya serius enak. Rekomendasi yang top. Kali ini, saya lupa berapa bayar untuk sarapan ini dan hanya sekitar 38 MYR. Kami pun melanjutkan perjalanan ke KLCC, kali ini naik Grab lagi, 8 MYR saja.


        Kami tiba di KLCC, mencari spot foto untuk berfoto dengan Petronas Twin Tower. Sepertinya, semua turis akan berfoto di sini. Kami pun berkeliling untuk mencari playground yang sering disebut warganet yang berlibur di KLCC. Saya ingin sekali melihat Agi bermain di playground  itu. Namun  setelah berputar-putar, kami menemukan playground tutup karena sedang dalam renovasi. Agi tentu saja kecewa. Saya pun kecewa. 


        Kami akhirnya memutuskan untuk masuk Aquaria KLCC. Tiketnya sudah dibeli sebelumnya lewat Traveloka. 1 tiket dewasa seharga 250.990 dan untuk anak-anak lebih murah sedikit. Tiket weekdays lebih murah daripada tiket weekend. Kami pun masuk, melihat berbagai jenis ikan, fish feeding attraction. Setiap pengunjung difoto oleh stafnya tapi jika mau minta cetakan fotonya, bayar. dan mahal. Kami tidak membeli foto itu karena sudah ada banyak foto di memori ponsel ;(

Ini pengalaman pertama Agi melihat ikan sebanyak itu di Aquarium sebesar itu. Hope this will be your core memory ya nak, yaaa…


        Selesai dengan Aquaria, kami pergi ke Bukit Bintang, tentu saja untuk melihat pusat perbelanjaan terbesar di KL. Kami berjalan kaki karena di Google Map, lokasinya terlihat dekat. Padahal, di luar panas sekali. Agi tertidur di stroller sepanjang perjalanan. Setiba di mal, kami mencari minum sambil menunggu Agi bangun. 

        

        Karena Agi sempat kecewa karena dia tidak bisa bermain di playground KLCC, saya pun mengajak Agi untuk mencari indoor playground di dalam mal. Untungnya gratis.

Seingat saya, kami tidak makan siang di mal. Kami hanya membeli beef mooncake yang viral itu. Harganya 10 MYR. Kami juga makan roti canai yang kami bawa dari Nasi Kandar Saddam.

Kami berkeliling mal sampai capek sekali, 17.000 langkah! Tapi kami harus membeli oleh-oleh untuk dibawa pulang. Kami memesan taksi ke supermarket My Din, sesuai rekomendasi teman saya. Lalu, kami pun menuju ke sana dan berbelanja teh tarik, kopi, dan coklat. Saya tidak bisa bilang apakah toko itu termurah atau bukan. Tetapi di sana segala macam jajanan Malaysia ada, kecuali coklat Beryls. Kami sudah membeli Beryls ketika di mal tadi. 


        Kami benar-benar lelah plus membawa belanjaan yang cukup berat. Akhirnya kami pulang ke hotel walaupun sebenarnya lapar sekali. Di hotel, kami beristirahat sambil memesan makanan lewat Grabfood karena sudah tidak ada tenaga untuk makan ke luar. 

Kali ini kami makan menu Indonesia, dari warung Indonesia. Tante V3 makan mi ayam, Agi dan ibu makan nasi soto. Dan… ternyata setelah makanan tiba, kami sadar bahwa kami tidak punya sendok. Tante V3 makan mi ayam dengan tangannya, sedangkan saya dan Agi terpaksa makan soto kering karena tidak bisa makan kuahnya. Anehnya Agi makan banyaaak sekali. Mungkin karena lapar, atau karena soring (soto kering) enak?


Lihat video kami di sini.




No comments:

My Instagram