Writers live twice - Natalie Goldberg

Liburan ke Malaysia [Hari Pertama] - Perjalanan dari Yogyakarta ke Kuala Lumpur

Hello (again)!

    Ide untuk liburan ke Malaysia ini sesungguhnya adalah ide dadakan dan tanpa pertimbangan. Awal Februari, tiket pesawat dipesan. Saya berangkat dengan anak saya, si Agi, dan teman saya, sebut saja tante V3. 

Dia yang memesan tiket pesawat dan hotel. Saya yang menyusun rencana perjalanan. Untungnya, dia tidak keberatan dengan slow traveling dengan balita ini. Padahal balitanya juga baru sekali ini pergi jauh ke luar negeri.

Kenapa tanpa bapaknya Agi? Bapaknya tidak mau ikut. Hihi… 

 

Senin, 23 Maret 2026

Tepat pada hari ketiga lebaran idulfitri, kami berangkat. Kami berangkat dari rumah saya ke YIA (Yogyakarta International Airport) sekitar pukul 7.30 pagi naik Grabcar. Sebenarnya bisa saja naik kereta bandara dari stasiun Tugu. Akan tetapi, jadwal kereta dengan harga 20.000 terlalu pagi sedangkan untuk jadwal yang cocok harganya 70.000. Setelah dipikir-pikir, lebih praktis dan efisien naik taksi saja. 

 

Pukul 8.30 kami sudah tiba di bandara. Kami cukup lama menunggu di ruang tunggu karena pesawat kami terbang pada pukul 11.45. Bawaan kami tidak banyak. Jadi, jatah 7kg/orang aman saja. Hanya, 6 susu kotak yang saya bawa harus dibuang ketika proses pemeriksaan bagasi. Huu… sedih. Tapi masih bersyukur karena petugas memperbolehkan membawa 1 kotak susu Ultra Mimi untuk Agi. Proses pemeriksaan dengan petugas imigrasi juga berjalan lancar. Petugas hanya menanyakan tujuan ke Malaysia, di mana kami akan tinggal, berapa hari, dan apakah sudah ada tiket pulang. Aman. Walaupun pergi berkelompok, pastikan semua anggota tahu tentang hal ini, ya.

 

Oh ya, awalnya saya ragu untuk membawa stroller. Tetapi untungnya ini tidak menjadi masalah. Stroller boleh dibawa masuk sampai depan pintu pesawat. Proses boarding berjalan lancar dan pesawat terbang tepat waktu. Agi senang sekali akhirnya dia bisa naik pesawat sungguhan. Walaupun pada akhirnya, dia tidur selama perjalanan.

 

    Kami tiba di KLIA2 dengan selamat. Sebelumnya, kami sudah  mengisi formulir Malaysia Digital Arrival Card (MDAC) Formulirnya bisa diisi 3 hari sebelum kedatangan. Proses imigrasi memakan waktu satu setengah jam. Si Agi sudah agak rungsing karena bosan. Setelah selesai proses imigrasi, kami langsung makan di Resto Memang Meaw di KLIA2. Ada drama salah pesan menu yang ternyata Agi tidak bisa makan karena terlalu pedas untuk dia. Dia pun makan onigiri Indomaret yang dibeli di bandara tadi.

Catatan: lebih baik pesan makanan di pesawat aja deh karena harga makanan di resto bandara mahal sekali >.< Opsi yang lebih murah ya membawa bekal sendiri.Setelah itu, kami pesan taksi Grab untuk menuju De Elements Business Hotel di mana kami menginap semalam. Dari KLIA2 ke hotel memakan waktu sekitar 1 jam dengan membayar 86.19 MYR. Sengaja kami memilih hotel dekat Terminal Bersepadu Selatan (TBS) karena esok harinya kami akan pergi ke Melaka. 

 

    Saya baru sadar, ternyata KL dan Jakarta punya beda waktu 1 jam. Jam 19.00 ketika kami masih di taksi, masih ada matahari. Kami diantar oleh sopir taksi perempuan yang ramah sekali dan dugaan saya, dia menjadi sopir karena gabut saja. Saya bisa melihat barang-barang dia di mobilnya bermerk semua dan juga dia memberikan Agi amplop lebaran. Alhamdulillah.

Kami tiba di hotel, check-in, kemudian bebersih. Ada pajak turis 8 MYR dan deposit 50 MYR ketika masuk hotel.

 

Hotelnya murah, cukup bersih, dan di sekitarnya ada banyak toko dan resto. Pada malam harinya, kami membeli burger di resto depan hotel dan air minum di warung. Lalu, kami pun tidur.

Agi was a nice boy, he didn’t complain about the long trip and everything. He was happy!

 

 

Video dokumentasi perjalanan hari pertama di sini.




No comments:

My Instagram