Rabu, 25 Maret 2026
Saya mengawali hari dengan sakit tenggorokan. Dan Agi, entah kenapa mimisan. Aduh. Kami tidak bisa mengoperasikan remot ACnya sehingga kami tidur dengan suhu terlalu dingin. Untungnya Agi baik-baik saja. Dia tahan dingin walaupun ya itu tadi, tiba-tiba mimisan.
Pukul 9 pagi, kami keluar hotel untuk mencari makan pagi. Kami pergi ke resto Baba Kaya, sesuai rekomendasi Google. Lokasinya tidak jauh dari hotel, 10 menit jalan kaki kira-kira. Kami makan nasi lemak, roti kaya, masala tea, dan kopi khas Melaka. Enak dan kenyang. Kami menghabiskan 40 MYR untuk bertiga.
Setelah itu, kami melanjutkan perjalanan. Tante V3 harus membeli oleh-oleh di pasar, sedangkan Agi ingin naik perahu keliling sungai Melaka. Saya dan Agi pun berjalan ke konter tiket tapi batal naik perahu karena tiketnya terlalu mahal. Untuk turis internasional harga tiketnya 50 MYR, untuk anak-anak 45 MYR. Agi sempat menangis dan kecewa. Untungnya tidak lama. Dia melihat satu kapal besar yang kemudian saya tahu itu adalah Museum Samudera dan minta masuk ke sana. Ya sudah tidak apa-apa. Tiket untuk turis internasional dewasa 20 MYR dan untuk anak-anak gratis. Saya bayar dengan QRIS dan berhasil!
Kami masuk ke museum kapal itu, Agi langsung mencari di mana kemudinya. Kami tidak menemukannya. Museum memang tidak cocok untuk balita. Kami hanya berada di sana sekitar 15 menit lalu keluar.
Di seberang museum, ada pasar oleh-oleh. Saya masuk sebentar walaupun tidak membeli apapun.
Di sana, kami bertemu tante V3 lagi. Karena cuaca panas, kami memutuskan untuk pergi ke mal. Jauh-jauh ke Melaka, ujung-ujungnya ke mal juga.
Kami naik taksi online. Ada Mal AEON di sana. Kami makan es krim, membeli obat sakit tenggorokan dan tolak angin di Watson, dan juga membeli roti di sana.
Sesudah itu, kami pulang ke hotel. Kami tidur siang karena badan kami sedang tidak dalam kondisi sehat.
Untungnya, Agi juga mau tidur siang.
Kami bangun sore harinya lalu pergi makan malam lebih awal. Ya, kami lapar karena kami hanya makan roti untuk makan siang. Kami pergi ke 7 Green Cafe karena kami merasa butuh sayur. Kami belum makan sayur selama berada di Malaysia.
Kami makan salad dan nasi goreng. Lagi-lagi, kami pesan 2 jenis makanan untuk bertiga. Kafenya lucu, seladanya langsung dipetik dari pot hidroponik yang ada di dalam kafenya sendiri. Porsinya banyaaaaak sekali.
Setelah makan selesai, sebenarnya kami mau pergi ke Strait Mosque. Tetapi, setelah kami cek di Google Map, masjidnya tutup. Ya sudahlah, daripada nekat ke sana dan tidak bisa masuk, kami pun memutuskan pulang ke hotel. Kami melewati Jonker Street lagi. Melihat kesibukan turis-turis lain yang berbelanja, berfoto-foto, atau sekadar melihat-lihat.
Hari kedua di Melaka menyengkan. Agi tidak rewel. Dia sehat, ibunya sakit >.< Alhamdulillah.
Video dokumentasi hari ketiga ada di sini.

No comments:
Post a Comment